Sabtu, 04 Januari 2014

Cafe Racer


          Mungkin nama cafe racer masih terdengar asing bagi sebagian orang, karena kalo misalkan kita translate ke bahasa indonesia cafe racer mampunyai arti pembalap cafe. Padahal cafe racer ini adalah gaya aliran motor yang dipopulerkan di London pada tahun 50-an dimana para pengendaranya memang menginginkan motor yang cepat untuk berkendara dari cafe ke cafe. Untuk lebih jelasnya saya akan membahas secara singkat tentang sejarah cafe racer.

                Kembali ke tahun-tahun setelah PD 1 saat suasana jalanan inggris sudah kembali normal, mobil dan sepeda motor lebih mendominasi di jalanan inggris. Dengan kembali normalnya kondisi industri di inggris, cafe-cafe, dan tempat2 istirahatpun mulai bermunculan di sisi jalan yang kerap dikunjungi para pengendara motor dan supir2 yang ingin beristirahat sejenak. Dan dengan naiknya angka lalu lintas maka dibuatlah sistim jalan baru di inggris (motorways). Motorways di masa ini tidak bisa dibandingkan dengan jalan raya seperti jaman sekarang, karena medannnya yang sebagian besar masih berupa tanah atau jalan setapak yang diperlebar juga banyak tinkungan tajam dan jalanan yang sempit. Hampir setiap tikungan atau pemberhentian ditemukan sebuah cafe karena beberapa truk-truk kecil pada saat itu hanya dapat melaju dengan kecepatan maximum 30km/jam.


Cafe racer sendiri memang dimodifikasi untuk kecepatan dan control yang baik ketimbang kenyamanan. Motor ini memiliki banyak kesamaan dengan adegan Chopper atau Bobber di Amerika Serikat dan keduanya memiliki akar mereka dengan pasca Perang Dunia II veteran dan style cafe racer berevolusi sepanjang waktu popularitas mereka, Bodywork cafe racer biasanya lebih banyak meniru dari Grand Prix roadracers. Stang motor yang rendah, tangki kecil memanjang, kursi berpunuk di ujung adalah kebanyakan ciri dari gaya motor ini. Nama-nama seperti Norton Dominator, BSA Gold Star, Thriumph Tiger 110 dan Velocette Venom adalah beberapa industri sepeda motor inggris yang kembali berjaya setelah sebelumnya sempat terhenti sejenak pada tahun 30-an karena para pemuda inggris harus melepas jaket kulitnya dan mengenakan seragam tentara berperang melawan Jerman. Mungkin yang menjadi faktor utama dalam terbentuknya kultur Cafe racer atau Rocker adalah booming-nya Youth Culture dan ‘anti-heros’ barunya pada tahun '50-an. Pada saat itu sedang gencarnya vokal Eddie Cochran, Elvis Presley dan Gene Vincent mengalun di radio-radio.
Setelah youth culture booming, mereka masih belom menemukan tempat untuk hang-out atau sekedar nongkrong bareng sampai pada akhirnya mereka menemukan cafe-cafe di sepanjang jalan North and south circular road. Dimana cafe-cafe ini memang sengaja membuka kedai mereka lebih lama untuk para motoris tersebut. Terkadang kelompok yang sering datang ke sebuah cafe ini menjadikan tempat balapan dari satu cafe ke cafe lainnya dengan kecepatan diatas 100 km/ jam, oleh karena itu munculah istilah “ton-up”. Dari situlah nama The Rockers muncul. The rockers sendiri adalah Rock muda dan memberontak dan tandingannya Roll yang ingin cepat.

The Rockers

Sejarah Ray-Ban


              Mungkin brand kacamata yang satu ini sudah tidak asing lagi di telinga kalian, ya siapa yang tidak tahu rayban. Brand spesialis pembuatan kacamata yang didirikan pada Tahun 1937 oleh perusahaan Bausch & Lomb (BL) - perusahaan yg berasal dari USA, dengan tujuan awal untuk memproduksi kacamata hitam untuk kepentingan Angkatan Udara Amerika Serikat memang sudah menjadi item wajib di dunia fashion. Brand kacamata yang digawangi oleh dua orang warga German yaitu John Jacob Bausch dan Henry Lomb merupakan salah satu dari pengeluar lensa yang terkemuka di dunia.
            Ide rayban bermula dari aduan Leftenan John A. Macready yang kembali dari pengembaraan bahwa matahari telah marusakkan matanya. Dia menghubungi Bausch & Lomb dan meminta mereka untuk membuatkan cermin mata hitam yang dapat memberikan perlindungan dan tetap berkesan elegan. Aviators adalah prototipe pertama yang di produksi oleh rayban pada 7 mei 1937, yang terbuat dari logam emas berbalut dengan lensa hijau yang dibuat dari kaca mineral untuk menepis sinar inframerah dan ultraungu.
            Setelah pendaratan General Douglas McArthur di pantai barat filipina dalam Perang Dunia II, The aviator rayban menjadi terkenal saat salah satu photographer mengambil gambar beliau memakai kacamata tersebut. Rayban secara cepat mendapat popularitas melalui peperangan-peperangan lainnya. Film seperti Top Gun pun ikut mendongkrak popularitas brand kacamata satu ini. Pada tahun 1952 Rayban kembali menambah koleksinya dengan mengeluarkan rayban wayfarer. Perbedaannya terletak pada bingkai wayfarer yang menggunakan bahan plastik. Wayfarer menjadi populer dikalangan golongan yang berpendapatan sederhana. Musisi-musisi semacam Michael jackson dan The Blues Brothers pun menjadi salah satu faktor boomingnya rayban wayfarer.
            Pada sekitar tahun 1998-1999, Bausch & Lomb menjual merek RayBan kepada Grup Luxottica Italia senilai 1,2 miliar dollar karena kemerosotan dan syarikat Bausch & Lomb yang tengah mengalami kerugian akibat dari munculnya brand pembuat kacamata lainnya seperti Oakley yang mempunyai keahlian menciptakan design kacamata yang lebih modern. Namun pihak Bausch & Lomb tidak sepenuhnya menjual aset mereka kepada grup Luxottica, mereka masih mrahasiakan keahlian mereka dalam menciptakan kacamata hitam.
            Rayban dibuat di Italy secara keseluruhan mulai dari desain, pengerjaan frame, sampai lensa sejak tahun 1999 keatas oleh Grup Luxottica. Rayban made in Italy menggunakan inisial kode RB pada lensa dan beberapa engrave di framenya. Dalam perkembangannya pengkodean berkembang menjadi RBxxxx, diikuti oleh 3 - 4 digit angka dibelakang huruf. Jadi apabila pada jaman sekarang ada optic atau orang yang menjual kacamata rayban original made in USA, pastilah barang itu New Old Stock atau bisa dibilang orang yang menjual kacamata tersbut adalah seorang kolektor yang menyimpan dan merawat nya sejak pertama kali dia beli.
Berikut adalah tipe-tipe kacamata rayban dengan spec dan keunggulannya masing-masing:
  1.      Aviator















Memiliki metal yang terbuat dari emas dengan lensa mineral hijau dan memiliki berat kurang dari 150 gram. Desain dari kacamata ini sendiri dibuat untuk melindungi seluruh bagian mata tanpa terkecuali.

  2.      Outdoorsman











Tidak begitu berbeda dengan aviator, tipe yang satu ini memiliki pengait di tengah-tengah lensanya dan bagian ujungnya melingkar agar dapat menempel di kuping, sehingga tidak mudah lepas. Kacamata yang satu ini dilapisi dengan kulit rusa dengan detil batang kecil yang terdapat di tengah -tengah antara kedua lensa yang juga terbuat dari kulit.


  3.      Wayfarer
Kacamata relatif banyak disukai oleh kawula muda ini mulai di produksi pada tahun 1952. Tipe ini memiliki tiga jenis yaitu original, folding dan new Wayfarer. Perbedaan  wayfarer lama dan wayfarer baru terletak pada bentuk lensa yang lebih kecil untuk yang baru. Dan beratnya yang lebih ringan karena menggunakan plastik yang disuntikkan (model lama menggunakan asetat).

  4.      Clubmaster
Dengan desain kacamata gabungan dari era 1950an dengan 1960an, kacamata yang satu ini memiliki gaya retro. Clubmaster seringkali disebut-sebut dengan nama browline glasses karena terdapat penebalan di bagian atas lensa yang mirip dengan keberadaan alis yang berada di atas mata.

Girls in Denim



Mungkin bagi sebagian pria kata denim bukanlah kata yang asing lagi di telinga mereka. Sebuah item yang bisa dikatakan merupakan pakaian wajib pria ini memang melekat erat pada kehidupan keseharian pria. Tapi bagaimana dengan wanita, apakah denim juga bisa diperuntukan bagi kaum hawa? Mari kita bahas...
Denim, memang pada umumnya dipakai oleh sebagian pria. Sebuah item yang pertama kali di populerkan oleh Levi’s strauss ini memang pada dasarnya dibuat untuk para pekerja tambang yang mengeluh karena celana yang mereka pakai mudah sekali robek. Namun seiring dengan berkembangnya jaman, denim tidak lagi di hanya dipakai oleh pekerja tambang, malah bisa dibilang denim sekarang menjadi tren wajib bagi seorang pria. Tapi apakah denim juga bisa juga diperuntukkan untuk wanita? Jawabannya iya, karena denim ini sendiri sifatnya unisex, tapi salah satu alasan mengapa jarang dari wanita memakai denim bisa di bilang karena pilihan pakaian untuk wanita sangat banyak sekali, mereka bisa mengenakan rok, legging, jegging, hotpants, dll. Sebenarnya gada salahnya untuk mempunyai jeans yang kualitasnya bagus karena jeans itu sifatnya everlasting, “everyone wears jeans these days“. Yang membedakan hanyalah potongan (cut) jeans tersebut dari skinny jeans sampai ke flare jeans, nanti akan kita bahas lebih lanjut untuk tips buat para wanita agar menemukan cuttingan yang pas sesuai bentuk kaki mereka. Lalu apa bedanya denim dan dry denim? Mungkin secara garis besar perbedaannya hanya terletak pada bahan yg dipakai, umumnya dry denim menggunakan raw material atau bahan mentah, yang dimana seiring pemakaian dry denim bisa menghasilkan fade atau corak-corak di bagian tertentu seperti whiskers, honeycombs, stack, roping effect dll. Sedangkan denim atau jeans biasa yang biasa kita kenal dengan nama pre-washed jeans adalah jeans yang sudah melalui tahap pencorakan di pabrik, yang mana memberikan kesan corak yang sama.
Contoh worn out dry denim :

                
                Before                                                                  After
Before                                                                                  After

Mungkin anda pernah mendengar tentang persepsi untuk tidak mencuci jeans selama 6 bulan, bisa saya katakan persepsi ini ada benar dan salahnya, Karena untuk membuat corak / fading pada jeans memang dibutuhkan pemakaian yang cukup agar jeans mengalami gesekan seiring pemakaian, dan juga sang pemakai memang perlu mencuci atau merendam jeans mereka karena dalam proses ini akan menyebabkan indigo atau pewarna dari jeans tersebut lepas pada bagian-bagian tertentu, Namun tidak semua perempuan betah untuk tidak mencuci jeans mereka selama 6 bulan, wajar karena untuk mendapatkan fading yang contrast jeans memang harus dipakai se hardcore mungkin beda dengan orang yang ingin mendapatkan vintage fade, tidak usah menunggu lama.. asalkan jeans tersebut sudah membentuk sebuah lekukan-lekukan di tiap-tiap bagiannya kita bisa aja langsung mencucinya, tanpa harus menunggu selama 6 bulan atau lebih.

Tips For Girls
Ada beberapa tips untuk kalian para wanita yang ingin membeli dry denim, karena sifat dry denim sendiri akan menyusut pada beberapa bagian saat dilakukan pencucian.. tapi tidak usah takut karena jeans akan kembali ke bentuk kaki sang pemakai seiring dengan pemakaian.
Berikut adalah tips nya:
1). Ketahuilah bentuk badan anda. Agak kurang pas bagi anda yang memiliki paha besar mengenakan jeans dengan cuttingan skinny karena akan membuat anda terlihat seperti lontong. Pilihlah jeans dengan cuttingan slim fit / slim straight untuk menutupi paha anda yang besar. Pandai-pandailah memilih jenis cuttingan celana supaya fit anda terlihat bagus.
2). Sizing pada jeans sedikit tricky, istilah-istilah seperti true to size, size down and size up sering digunakan. Rajin-rajinlah meminta pendapat pada forum-forum jeans untuk mendapatkan sizing yang pas. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah apabila tertulis sunsanforized/sanforized pada jeans.
3). Faktor bokong dan pinggul juga sangat berperan dalam pemilihan cut dan size pada jeans. wanita relatif mempunyai bokong dan pinggul yang lebih besar dari pria. Pilihlah rise yang lebih panjang pada size chart jeans tersebut untuk anda yang memiliki pinggul atau nokong yang lumayan besar, karena rise menentukan apakah ukuran waist akan jatuh pada pinggang (high rise) atau tepat jatuh di pinggul (low/medium rise). Kebanyakan dry denim untuk wanita mempunyai low/med rise.
4) Pemilihan cotton yang tepat: Jika anda berniat membeli jeans dengan cuttingan skinny biasanya tidak 100% cotton tetapi 95-98% cotton dan 2-5% elastane karena bahan ini yang membuat jeans lebih nyaman dipakai dan juga mempunyai tekstur yang lebih halus dibanding dengan jeans yang 100% cotton. Jeans dengan campuran bahan elastane keabanyakan lebih di gemari wanita karena mengikuti lekuk tubuh mereka.
Berikut ada contoh-contoh fit pic jeans pada wanita :
  1. Skinny cut




  1. Slim cut
       

  1. Straight
   

Hipters girls



Nah di tahun 2013 ini style hipster mulai mengangkat kembali tema 70’ yang mengkombinasikan dengan model trend saat ini yang menjadi begitu beragam. Kalian dapat berkreatifitas sendiri dengan apa yang menurut kalian cocok karena cara berpakaian dapat mencerminkan bagaimana diri kalian sebenarnya. Barang lama yang tidak kalian pakai bisa dipakai kembali dengan mengkombinasikan barang baru yang kalian punya.

   1.       Hat
   2.      Lipstick
   3.       Hot pants or leggings
   4.      Black Sunglasses
   5.      Short boots
   6.      Tote bags
   7.       Heels
   8.    Camera                                                                  








Kalian juga bisa memadu warna-warna yang menyala dan bertabrakan ataupun memilih warna-warna dark dalam mengkombinasikan style model baju kalian. Jangan  lupa, hipster juga sangat memberhatikan soal accessories sebagai pemanis dalam style-nya. Ekspresikan diri kalian dari model-model yang sudah ada.

Tahun 2013 ini sangat ekspresif dalam berbusana, berkembangnya model-model distro turut mendukung atribut hipster yang ada. Di Indonesia sendiri, trend hipster 2013 cukup menginfluance kalangan muda terutama di kota besar. Seperti jakarta sendiri sering mengakan fashion show model baju trend hipster.
Sebenarnya model pakaian hipster untuk wanita lebih terlihat simple namun tetap elegant. Nuasansa tahun 70’ yang masih sangat melekat dengan kombinasi trend-trend 2013 akan menjadi perpaduan yang sangat menarik. Warna-warna soft yang diambil membuat penamampilan para penggemar hipster lebih tampak kuat identitas dirinya.

Ini adalah model hipster yang saya miliki. Mencoba mengkombinasikan warna dark dan coklat untuk hang-out santai dengan teman-teman. Kenapa saya memilih warna atasan hitam dan bawahan hotpants ?
Karena warna hitam terlihat lebih elegant jika dipakai dimalam hari. Kita harus pintar pula memilih pakaian dengan suasana tempat acara dan waktu acara karena biasanya warna pakaian yang kita pilih akan sangat mendukung nuansa yang ada didalam acara tersebut. Sedangkan saya mengkombinasikan dengan hot pans-nya lebih memperlihatkan acaranya yang cukup santai tidak terlalu formal, selain itu lebih menampilkan style yang frees.

Accessories menjadi pendukung penampilan kita, percuma jika kita sudah memakai baju dan celana yang keren namun tidak didukung oleh accessories yang tepat. Saya memilih warna coklat pada hand bag agar lebih terlihat nuansa 70’ karena masa itu banyak sekali mengangkat warna-warna yang warm tidak terlalu mencolok. Kemudian flat shoes yang simple namun bermodel kotak-kotak yang irama dengan warna hand bag.



 Tahun 2013 tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para designer untuk membuat karya yang baru. Baru-baru ini di Swiss mengadakan fashion show dengan parade 30 desainer yang masing-masing membawakan 10 rancangan busana  terbaru dengan tema hipster dress. Gabungan dari model-model hipster yang ada dijadikan dengan gaun yang cantik dan elegant. Koleksi dress berpotongan klasik berwarna cream menjadi pembuka fashion show yang diadakan setahun sekali tersebut.  Dilanjutkan dengan peragaan koleksi dress maroon yang memberikan kesan elegant pada fashion show kali ini. Selain potongannya elegant, dress yang bentuk panjang dan balon membuat hal tersebut menjadi koleksi yang mampu menumbuhkan sisi seksi dari seorang perempuan.
Bahan dasar yang banyak dipakai adalah satin dan renda, ini untuk mendukung warna warm yang ditampilkan. Nuansa ini yang ditekankan pada trend dress hipster 2013. Tak lupa juga pada fashion show ini, para designer memadukan accessories menggunakan syal dan headpiece unik berbentuk rajut.
Tentunya kalian juga dapat membuat hipster dress versi kalian sendiri tergantung bagaimana kalian menilai cara hipster yang ingin dipakai. Buatlah sesuatu yang berbeda atau kombinasikan dengan trend dress warm elegant dipadu accessories hipster favorit kalian.

Jumat, 03 Januari 2014

Dongeng Si Kancil dan Buaya


Sudah menjadi rahasia umum di hutan bahwa kancil merupakan hewan paling cerdik. Akalnya seribu untuk mengatasi berbagai macam masalah. Banyak hewan di dalam hutan meminta pertolongan padanya ketika mereka terlibat sejumlah masalah. Walaupun, dinilai sebagai hewan paling cerdik, namun kancil tidaklah sombong sehingga ia memiliki banyak teman.

Suatu waktu, kancil mencari makanan keluar dari dalam hutan tempat biasa ia bernaung. Saat itu memang musim kemarau, saat di mana makanan di hutan berkurang. Lantaran, hawa panas, kancil menepi ke sebuah sungai untuk menghilangkan dahaga di tenggorokannya.

Setelah puas meminum air sungai yang segar, kancil melanjutkan perjalanannya dengan berjalan menyusuri sungai. Kancil memang tidak ingin jauh-jauh dari sungai supaya ia bisa langsung begitu merasa haus. Hampir sejam lamanya kancil berjalan saat ia menemukan sebuah tempat yang kaya akan makanan. Sayangnya, tempat itu berada di seberang sungai. Tidak ada jembatan yang menghubungkan antara satu tempat ke tempat lainnya. Kancil bingung, apa yang harus dilakukan untuk sampai ke seberang. Ia bergumam, “Alangkah enaknya, jika aku bisa menyeberangi sungai ini dan dapat menikmati semua makanan yang ada di sana.”

Ketika sedang asyik melamun, mata kancil melihat seekor buaya tengah asyik berjemur di sungai. Kancil pun mendatangi buaya itu dan bertanya, “Hai sahabatku, Buaya, apa kabarmu hari ini?”

Buaya yang tengah menikmati harinya itu membuka mata. Ketika ia melihat yang sedang berbicara adalah kancil, ia menjawab pertanyaannya. “Kabarku baik kancil sahabatku. Apa gerangan yang membawa dirimu datang ke mari?”

“Aku membawa kabar gembira untukmu dan teman-temanmu,” jawab si kancil.

“Hohoho, kabar baik rupanya…” kata buaya antusias, “Baiklah, ceritakan kabar baik yang kamu bawa untukku dan teman-temanku.”

“Aku diperintahkan oleh Raja Sulaiman untuk menghitung jumlah buaya yang ada di dalam sungai. Karena, Raja Sulaiman ingin memberikan hadiah kepada kalian semua,” jelas kancil.

“Benarkah itu?”

Kancil mengangguk. “Karena itu, panggillah teman-temanmu semua dan berjejer di sungai ini dari sini hingga ke sana…”

Buaya pun memanggil teman-temannya dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh kancil.

Saat buaya dan teman-temannya telah berjejer, buaya berkata, “Sekarang hitunglah, kami sudah siap.”

Kancil pun mulai melompat satu per satu ke punggung buaya. Dia berteriak keras-keras, “Satu! Dua! Tiga!” dan begitulah seterusnya hingga ia sampai di pinggir sungai yang dimaksud—pinggir sungai yang banyak makanannya. Sesampainya di sana, si kancil membalikkan tubuhnya. “Terima kasih sahabat-sahabatku yang baik. Sekarang aku sudah sampai di sini, dan aku sudah menghitung kalian semua. Sekarang selamat tinggal.”

Melihat Kancil ingin pergi begitu saja, Buaya berteriak, “Hei, Kancil, mana hadiah dari Raja Sulaiman yang kamu janjikan?”

“Oiya, aku belum mengatakannya pada kalian ya? Raja Sulaiman ternyata sudah memberikan hadiah-hadiahnya untuk buaya-buaya di tempat lain. Sehingga tidak ada hadiah untuk kalian. Hahaha…”


Sekarang tahulah buaya telah ditipu oleh kancil. Mereka bersumpah dan tidak akan melepaskan Kancil apabila bertemu pada masa akan datang. Dendam buaya tersebut terus membara hingga hari ini. Sementara itu, Kancil terus melompat kegembiraan dan terus meninggalkan buaya-buaya tersebut.

Jumat, 06 Desember 2013

Tugas Kelompok B. Indonesia II


TUGAS BAHASA INDONESIA II


Description: LOGO_GUNADARMA.jpg


Disusun Oleh :

ADITYA ANGGORO JATI (20211211)
BAMA IBADUR RAHMAN (21211394)
DIANA RITRI (22211044)
DWINTA PUSPARANI (22211283)
ELANG AL ARS (28211414)
GINA CHAIRUNNISA (23211070)
HILDA NURINA (23211381)
SETYA NUGROHO (29211435)
PUTRI RAHMAYENI (25211662)

- 3EB15 -




1. Pengertian Karangan Ilmiah

Pengertian karangan Ilmiah merupakan sebuah Karya yang baik dan bisa kita ambil kesimpulan untuk mendapatkan inspirasi dari sebuah Karya Ilmiah tersebut.Berikut adalah sedikit penjelasan tentang Karya Ilmiah.
Pengertian karangan Ilmiah adalah Sebuah karya tulis yang mana didalam isinya mengungkapkan suatu pembahasan yang lengkap dan secara ilmiah yang dituliskan oleh seorang penulis.Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca.
Karya ilmiah juga biasanya ditulis untuk mencari sebuah jawaban mengenai sesuatu hal yang di teliti dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan tersebut. Biasanya tulisan ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah ditulis oleh orang lain agar terlihat beda dan terkesan baik.
Istilah karya ilmiah adalah mengacu kepada sebuah karya tulis yang menyusun dan menyajikan berdasarkan pada suatu kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Didalam sebuah penulisan karya ilmiah, baik makalah maupun laporan penelitian biasanya telah didasarkan pada suatu kajian ilmiah dan cara kerja yang ilmiah.Sekian informasi sederhana saya mengenai Pengertian Karya Ilmiah. Karya ilmiah atau dalam bahasa Inggris (scientific paper) adalah laporan tertulis dan publikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya semua itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.
Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah biasa dijadikan acuan (referensi) ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya. Isi (batang tubuh) sebuah karya ilmiah harus memenuhi syarat metode ilmiah. Menurut John Dewey ada 5 langkah pokok proses ilmiah, yaitu:
 1. Mengenali dan merumuskan masalah
 2. Menyusun kerangka berpikir dalam rangka penarikan hipotesis, (3) merumuskan hipotesis atau dugaan hasil sementara, (4) menguji hipotesis, dan (5) menarik kesimpulan.

2. Pengertian Karangan Semi Ilmiah
Pengertian karangan semi ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah.Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah.
Pengertian karangan semi ilmiah merupakan karangan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan.Penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah. Penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi Jenis karangan semi ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam opini, editorial, resensi, anekdot, hikayat, dan karakteristiknya berada diantara ilmiah.
Mengarang merupakan kegiatan mengemukakan gagasan secara tertulis. Menurut Syafie’ie (1988:41), tulisan pada hakikatnya adalah representasi bunyi-bunyi bahasa dalam bentuk visual menurut sistem ortografi tertentu. Banyak aspek bahasa lisan seperti nada, tekanan irama serta beberapa aspek lainya tidak dapat direpresentasikan dalam tulisan.Begitu juga halnya dengan aspek fisik, seperti gerak tangan, tubuh, kepala, wajah, yang mengiringi bahasa lisan tidak dapat diwujudkan dalam bahasa tulis.Oleh karena itu, dalam mengemukakan gagasan secara tertulis, penulis perlu menggunakan bentuk tertentu.Betuk-bentuk tersebut, seperti dikemukakan oleh Semi (2003:29) bahwa secara umum karangan dapat dikembangkan dalam empat bentuk yaitu narasi, ekposisisi, deskripsi, dan argumentasi.

3. Pengertian Karangan Non Ilmiah
Pengertian karangan non ilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada  juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.
Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.Pertama, karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif).Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti.Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau observasi.Kedua, karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi. Ketiga, dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.
Karangan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, terdapat juga karangan yang berbentuk semiilmiah/ilmiah populer.Sebagian ahli bahasa membedakan dengan tegas antara karangan semiilmiah ini dengan karangan ilmiah dan nonilmiah.Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa karakteristik yang membedakan antara karangan semiilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada pemakaian bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan.Jika dalam karangan ilmiah digunakan bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan semiilmiah bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari. Dengan kata lain, karangan semiilmiah lebih mengutamakan pemakaian istilah-istilah umum daripada istilah-istilah khusus. Jika diperhatikan dari segi sistematika penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semiilmiah agak longgar meskipun tetap sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki pendahuluan (preliminaris)  yangtidak selalu terdapat pada karangan semiilmiah.
Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semiilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semiilmiah antara lain artikel,  feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.
Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum.Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Karya nonilmiah bersifat (1) emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi, (2) persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative, (3) deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan (4) jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.

Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah:
- Dongeng
- Cerpen
- Novel
- Drama
- roman.
1. Persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative
2. Deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
3. Jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.

4. Macam – macam karangan Ilmiah
Ada berbagai macam karangan ilmiah, berikut diantaranya :
·       Laporan penelitian. Laporan yang ditulis berdasarkan penelitian. Misalnya laporan penelitian yang didanai oleh Fakultas dan Universitas, laporan ekskavasi arkeologis yang dibiayai oleh Departemen Kebudayaan, dsb.
·       Skripsi. Tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik sarjana strata satu (Si).
·       Tesis. Tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik strata dua (S2), yaitu Master.
·       Disertasi. Tulisan ilmiah untuk mendapat gelar akademik strata tiga (S3), yaitu Doktor.
·       Surat pembaca. Surat yang berisi kritik dan tanggapan terhadap isi suatu tulisan ilmiah.
·       Laporan kasus. Tulisan mengenai kasus-kasus yang ada yang dilandasi dengan teori.

5. Macam – macam Karangan Semi Ilmiah
Bentuk karangan semi ilmiah yaitu artikel, editorial, opini, tips, reportase, dan resensi buku. Berikut penjelasan diantaranya : 
·       Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang atau kelompok yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya actual dan controversial untuk tujuan member informasi, mempengaruhi dan meyakinkan atau menghibur khalayak pembaca.
·       Resensi buku adalah bentuk konbinasi antara uraian, ringkasan, dan kritik objektif terhadap sebuah buku. Klasifikasi pembuatan resensi buku ilmiah yaitu ringkasan, deskripsi, kritik, apresiasi, dan praduga.
·       Opini (Inggris: Opinion) adalah pendapat, ide atau pikiran untuk menjelaskan kecenderungan atau preferensi tertentu terhadap prespektif dan idiologi akan tetapi bersifat tidak objektif karena belum mendapatkan pemastian atau pengujian, dapat pula merupakan sebuah pernyataan tentang sesuatu yang berlaku pada masa depan dan kebenaran atau kesalahannya serta tidak dapat langsung ditentukan. Opini bukanlah merupakan sebuah fakta akan tetapi jika dikemudian hari dapat dibuktikan atau diverifikasi maka opini akan berubah menjadi sebuah kenyataan atau fakta.

6. Macam-Macam Karangan Non Ilmiah

·     Cerpen : Suatu bentuk prosa naratif fiktif. Sebuah karangan yang menceritakan tentang suatu alur cerita yang memiliki tokoh cerita dan situasi cerita terbatas.
Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel.Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat.
Dalam bentuk-bentuk fiksi yang lebih panjang, ceritanya cenderung memuat unsur-unsur inti tertentu dari struktur dramatis: eksposisi (pengantar setting, situasi dan tokoh utamanya); komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik); aksi yang meningkat, krisis (saat yang menentukan bagi si tokoh utama dan komitmen mereka terhadap suatu langkah); klimaks (titik minat tertinggi dalam pengertian konflik dan titik cerita yang mengandung aksi terbanyak atau terpenting); penyelesaian (bagian cerita di mana konflik dipecahkan); dan moralnya.

·      Dongeng : Suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup.
Jenis-jenis Dongeng:
-       Dongeng Binatang (animal tales)
-       Dongeng Biasa (ordinary tales) adalah dongeng yang ditokohi manusia dan biasanya adalah suka duka seseorang.
-       Lelucon dan anekdot (jokes and anecdotes)
-       Dongeng Berumus. Dongeng yang strukturnya terdiri dari pengulangan.
Ciri-ciri Dongeng:
-     Penyebarannya dan pewarisannya dilakukan secara lisan.
-     Disebarkan diantara kolektif tertentu dalam waktu yang cukup lama.
-     Adanya versi yang berbeda-beda disebabkan oleh cara penyebarannya secara lisan.
-     Bersifat anonim, yaitu nama penciptanya sudah tidak diketahui lagi.
-     Biasanya mempunyai bentuk berumus atau berpola seperti klise, kata-kata pembukaan dan penutup baku.
-     Bersifat pralogis, yaitu memiliki logika tersendiri yang tidak sesuai dengan logika umum.
-     Menjadi milik bersama dari kolektif tertentu.
-     Bersifat polos dan lugu, sehinggan seringkali kelihatannya kasar, terlalu spontan.

·      Novel : Bentuk sastra yang paling popular di dunia. Yang merupakan karya sastra yang mempunyai unsur intrinsik dan ekstrinsik yang keduanya saling berhubungan.
Menurut Muchtar Lubis dalam Tarigan (1984:165) cerita novel itu ada bermacam-macam, antara lain:
Novel avonuter adalah bentuk novel yang dipusatkan pada seorang lakon atau tokoh utama.Ceritanya dimulai dari awal sampai akhir para tokoh mengalami rintangan-rintangan dalam mencapai maksudnya.
Novel psikologi merupakan novel yang penuh dengan peristiwa-peristiwa kejiwaan para tokoh.
Novel detektif adalah novel yang merupakan cerita pembongkaran rekayasa kejahatan untuk menagkap pelakunya dengan cara penyelidikan yang tepat dan cermat.
Novel Politik atau novel sosial adalah bentuk cerita tentang kehidupan golongan dalam masyarakat dengan segala permasalahannya, misalnya antara kaum masyarakat dan buruh dengan kaum kapitalis terjadi pemberontakan.
Novel kolektif adalah novel yang menceritakan pelaku secara kompleks (menyeluruh) dan segala seluk beluknya.Novel kolektif tidak mementingkan individu masyarakat secara kolektif.

Ciri-ciri Novel:
  • Jumlah kata lebih dari 35.000 buah
  • Jumlah waktu rata-rata yang dipergunakan buat membaca novel yang paling pendek diperlukan waktu minimal 2 jam atau 120 menit
  • Jumlah halaman novel minimal 100 halaman
  • Novel bergantung pada pelaku dan mungkin lebih dari satu pelaku
  • Novel menyajikan lebih dari satu impresi, efek dan emosi
  • Skala novel luas
  • Seleksi pada novel lebih luas
  • Kelajuan pada novel kurang cepat
  • Unsur-unsur kepadatan dan intensitas dalam novel kurang diutamakan.

·       Drama : Suatu aksi atau perbuatan. Adalah suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh actor.
Jenis-jenis Drama:
1. Drama menurut masanya dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu 
·      Drama Baru/Drama Modern Drama baru adalah drama yang memiliki tujuan memberikan pendidikan kepada masyarakat yang umumnya bertema kehidupan manusia sehari-hari. Contoh drama baru/modern adalah sinetron, opera, dan film. 
·      Drama Lama/Drama Klasik
Drama lama adalah drama khayalan yang umumnya menceritakan tentang kesaktian, kehidupan istana atau kerajaan, kehidupan dewa-dewi, kejadian luar biasa, dan sebagainya. Contoh drama tradisional/klasik, seperti lenong (pertunjukan sandiwara dengan gambang kromong dari Jakarta), topeng Betawi, dagelan/ketoprak (sandiwara tradisional Jawa dengan iringan musik gamelan, diringi tarian dan tembang), wayang yang dimainkan seorang dalang, dan randai (tarian yang dibawakan oleh sekelompok orang yang berkeliling membentuk lingkaran dan menarikannya sambil bernyanyi dan bertepuk tangan).

2.    Drama menurut kandungan isi ceritanya, yaitu:
·      Drama komedi adalah drama yang lucu dan menggelitik penuh keceriaan. 
·      Drama tragedi adalah drama yang ceritanya sedih penuh kemalangan. 
·      Komedi Drama tragedi-komedi adalah drama yang ada sedih dan ada lucunya. 
·      Opera adalah drama yang mengandung musik dan nyanyian. 
·      Lelucon/Dagelan adalah drama yang lakonnya selalu bertingkah pola jenaka merangsang gelak tawa penonton. 
·      Operet / Operette adalah opera yang ceritanya lebih pendek. 
·      Pantomim adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk gerakan tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan. 
·      Tablo adalah drama yang mirip pantomim yang dibarengi oleh gerak-gerik anggota tubuh dan mimik wajah pelakunya. 
·      Passie adalah drama yang mengandung unsur agama.
·      Wayang adalah drama yang pemain dramanya adalah boneka wayang.

·       Roman : sebuah karya gambaran dunia yang diciptakan oleh pengarangnya, yang di dalamnya menampilkan keseluruhan hidup suatu tokoh beserta permasalahannya, terutama dalam hubungan dengan kehidupan sosialnya.
Jenis Roman berdasarkan penitikberatan cerita:
- Roman Kriminal dan Detektif
- Roman Petualangan
- Roman Psikologi
- Roman Percintaan
- Roman Hiburan
- Roman Anak dan Remaja
- Roman Pendidikan

7. Sifat - sifat Karya Ilmiah
Berbeda dengan tulisan fiksi (novel, puisi, cerpen), karya ilmiah bersifat formal sehingga harus memenuhi syarat.Beberapa syarat tersebut adalah sebagai berikut:
1. Lugas dan tidak emosional
Maksudnya adalah karya ilmiah hanya mempunyai satu arti, tidak memakai kata kiasan, sehingga pembaca tidak mebuaat tafsiran (interprestasi) sendiri-sendiri.Karena itu, perlu ada batasan (definisi) oprasional pengertian suatu istilah, konsep, atau variabe.
2. Logis
Maksudnya adalah kalimat, alinea, subbab, subsubbab, disusun berdasarkan suatu urutan yang konsisten. Urutan disini meliputi urutan pengertian, klasifikasi, waktu (kronologis), ruang, sebab-akibat, umum-khusus, khusus-umum, atau proses dan peristiwa.
3. Efektif
Maksudnya adalah baik alinea atau subbab harus menunjukan adanya satu kebulatan pikiran, ada penekanan, dan ada pengembangan.
4. Efisien
Maksudnya adalah hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami.
5. Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku.

8. Sifat Karangan Semi Ilmiah
1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
2. Fakta yang disimpulkan subjektif
3. Gaya bahasa formal, sederhana, dan popular
4. Tidak memuat hipotesis
5. Penyajian fakta dibarengi dengan sejarah
6. Bersifat imajinatif
7. Situasi didramatisir, dan Bersifat persuatif

9. Sifat Karangan Non Ilmiah
1.      Emotif
2.      Persuasif
3.      Diskriptif
4.      Kritik tanpa dukungan bukti

10. Bentuk Karangan Ilmiah
Dalam karya ilmiah dikenal antara lain berbentuk makalah, report atau laporan ilmiah yang dibukukan, dan buku ilmiah.
1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah
      Makalah pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.
2. Karya Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang Dibukukan
      Karya ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.
3. Buku Ilmiah
      Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.

11. Bentuk Karangan Semi Ilmiah
1. Artikel, adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.
2. Editorial, opini berisi pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan aktual, fenomenal, atau kontroversial yang berkembang di masyarakat.
3. Opini, pendapat, ide atau pikiran untuk menjelaskan kecenderungan atau preferensi tertentu terhadap perspektif dan ideologi akan tetapi bersifat tidak objektif karena belum mendapatkan pemastian atau pengujian, dapat pula merupakan sebuah pernyataan tentang sesuatu yang berlaku pada masa depan dan kebenaran atau kesalahannya serta tidak dapat langsung ditentukan misalnya menurut pembuktian melalui induksi
4. Tips merupakan arahan tentang langkah-langkah yang  harus dilakukan untuk tujuan tertentu. Tips biasanya berisi kata-kata yang mudah dipahami oleh siapa saja yang membacanya.  Tips biasanya ditulis berdasarkan pengalaman atau pengetahuan dari seorang yang memberikan tips. Tips biasanya ditulis dikarena suatu hal yang dibahas sering dialami oleh sebagain besar lapisan masyarakat.
5. Reportase adalah kegiatan jurnalistik dalam meliput langsung peristiwa atau kejadian di lapangan. Wartawan mendatangi langsung tempat kejadian atau TKP (Tempat Kejadian Perkara) lalu mengumpilkan fakta dan data seputar peristiwa tersebut.
6. Resensi buku adalah bentuk kombinasi antara uraian, ringkasan, dan kritik objektif terhadap sebuah buku. Klasifikasi pembuatan resensi buku ilmiah yaitu ringkasan, deskripsi, kritik, apresiasi, dan praduga.

12. Ciri-ciri karangan ilmiah
Apa pun jenis karya ilmiah yang ditulis oleh ilmuwan atau akademisi – sebagaimana telah diuraikan pada bagian sebelumnya – harus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
  • Objektif. Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga, setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek kebenaran dan keabsahanya.
  • Netral. Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat ‘mengajak’, ‘membujuk’, atau ‘mempengaruhi’ pembaca dihindarkan.
  • Sistematis. Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
  • Logis. Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
  • Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan). Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.

13. Ciri-ciri karangan non-ilmiah
Karangan nonilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri-ciri karangan nonilmiah:
 a. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
 b. fakta yang disimpulkan subyektif,
 c. gaya bahasa konotatif dan populer,
 d. tidak memuat hipotesis,
 e. penyajian dibarengi dengan sejarah,
 f. bersifat imajinatif,
 g. situasi didramatisir, dan
 h. bersifat persuasif.

Contoh Karangan Nonilmiah
Dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman adalah contoh karangan nonilmiah.Berikut penulis kutipkan cuplikan novel Hantu Jeruk Purut karya Yennie Hardiwidjaja dan synopsis telenovela Maria Mercedes.
Perbedaan
Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis_menulis.Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.
Perbedaan_perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.
Pertama,karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti.Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri.
Kedua,karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah_langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi. Ketiga,dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan_perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.
Selain karya ilmiah dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, terdapat juga karangan yang berbentuk semi-ilmiah/ilmiah populer.Sebagian ahli bahasa membedakan dengan tegas antara karangan semi-ilmiah ini dengan karangan ilmiah dan nonilmiah.Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa karakteristik yang membedakan antara karangan semi-ilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada pemakaian bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan.Jika dalam karangan ilmiah digunakan bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan semi-ilmiah bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari. Dengan kata lain, karangan semi-ilmiah lebih mengutamakan pemakaian istilah_istilah umum daripada istilah_istilah khusus. Jika diperhatikan dari segi sistematika penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semi-ilmiah agak longgar meskipun tetap sistematis.Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki pendahuluan (preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karangan semi-ilmiah.

Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semi-ilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semi-ilmiah antara lain artikel,  feature,kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.

Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum.Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis.

Karya nonilmiah bersifat
(1) emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
(2) persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
(3) deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif .
(4) jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti..
-       ditulis berdasarkan fakta pribadi,
-       fakta yang disimpulkan subyektif,
-       gaya bahasa konotatif dan populer,
-       tidak memuat hipotesis,
-       penyajian dibarengi dengan sejarah,
-       bersifat imajinatif,
-       situasi didramatisir,
-       bersifat persuasif.
-       tanpa dukungan bukti

14. Ciri-Ciri Karya Tulis Ilmiah Populer
Karya ilmiah populer adalah karangan ilmiah yang berisi pembicaraan tentang ilmu pengetahuan dengan teknik penyajian yang sederhana mengenai hal – hal kehidupan sehari – hari. karangan ilmiah populer bersifat umum dengan menguraikan fakta-faktanya yang saling berkaitan sesuai dengan tema pokok atau gagasan inti yang hendak disampaikan dalam bahasa yang sederhana, ringkas, padat, dan jelas. Kata-kata teknis sebaiknya diganti dngan kata yang lebih umum, Contoh karya ilmiah popular yang mudah diperoleh ialah majalah dan koran.
Menurut (Dalman, 2012:113-114) karya ilmiah memiliki ciri-ciri yang dapat dikaji minimal dari empat aspek, yaitu:
  • Struktur
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal, bagian inti dan bagian penutup.Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan.
  • Komponen dan substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka.Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
  • Sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan kata atau gaya bahasa impersonal .
  • Penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata atau istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Karya ilmiah populer lebih banyak menggunakan ragam jurnalistik atau ragam sastra.
Ragam jurnalistik adalah ragam bahasa yang dipakai  dalam dunia jurnalistik. Karena fungsi  media massa sebagai media informasi, kontrol sosial, alat pendidikan, dan alat penghibur, maka ragam bahasa jurnalistik setidaknya harus mempunyai ciri komunikatif, sederhana, dinamis, dan demokratis.
  • Komunikatif
Ciri Komunikatif berarti mudah dipahami dan tidak menimbulkan salah tafsir kalau  dibaca. Ciri ini merupakan ciri utama bahasa jurnalistik karena fungsi utama media massa memang memberikan informasi. Dikatakan ciri utama karena ciri-ciri yang lain harus mengacu pada ciri komunikatif.
  • Sederhana
Ciri  sederhana berarti tidak menggunakan kata-kata yang bersifat teknis dan tidak menggunakan kalimat yang berbelit-belit atau berbunga-bunga. Apabila memang diperlukan, kata-kata teknis harus diikuti penjelasan maknanya.
  • Dinamis
Ciri dinamis berarti bahasa jurnalistik harus menggunakan kata-kata yang hidup di tengah-tengah masyarakat.Kata-kata yang tidak lazim atau kata-kata yang sangat asing seyogyanya tidak dipergunakan.
  • Demokratis
Ciri demokratis berarti mengikuti konsensus umum dan tidak menghidupkan kembali feodalisme.Kata  bujang, misalnya, dalam bahasa Indonesia mempunyai makna seorang laki-laki yang belum menikah.

Sumber :